KKP Bangun IFP-IFM Kejawanan Cirebon, Pelabuhan Bertaraf Internasional yang Serap 8.000 Tenaga Kerja
CIREBON — Pembangunan fisik kawasan terpadu pelabuhan dan pasar ikan internasional di PPN Kejawanan resmi dimulai. Proyek IFP-IFM Phase I ini menargetkan rampung dalam dua tahun dengan dukungan penuh Islamic Development Bank (IsDB).
Proyek ini membuka akses khusus bagi nelayan tradisional agar berdaya saing. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pelabuhan diproyeksikan naik dari Rp15 miliar menjadi Rp53 miliar per tahun.
Kapasitas Kolam Naik Dua Kali Lipat, Produksi Ikan Melonjak
Kapasitas kolam pelabuhan berubah signifikan. Dari semula menampung 241 kapal, PPN Kejawanan akan ditingkatkan hingga mampu menampung 500 kapal.
Produksi pendaratan ikan pun melonjak dari 5.600 ton menjadi 32.000 ton per tahun. Angka ini menjawab persoalan kepadatan kapal di kolam pelabuhan yang selama ini dikeluhkan nelayan.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyebut proyek ini sebagai tonggak sejarah setelah sekian puluh tahun pembangunan pelabuhan.
"Ini adalah tonggak sejarah setelah sekian puluh tahun pembangunan pelabuhan. Mimpinya adalah pelabuhan modern, bersih, tidak berbau, dan terintegrasi dengan wisata tematik sesuai karakter daerah," ujarnya.
Zona Bersih dan Kotor Dipisah, Ada Dermaga Khusus Kapal Tradisional
PPN Kejawanan akan hadir dengan wajah baru. Kawasan pelabuhan dibagi menjadi zona bersih dan zona kotor yang terpisah, dilengkapi dermaga tambahan termasuk dermaga khusus untuk kapal tradisional.
Tempat pelelangan ikan akan dilengkapi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) modern. Kawasan usaha perikanan juga dibangun lengkap untuk mendukung aktivitas ekonomi nelayan dan pelaku usaha.
Fasilitas pendukung seperti groin, rivetmen, dan breakwater turut dibangun untuk melindungi pelabuhan dari abrasi. Dengan layanan one stop service dan one stop solution, PPN Kejawanan akan menjadi pusat bisnis hasil tangkapan ikan sekaligus pintu ekspor produk perikanan Indonesia.
Dukungan IsDB dan Target Pariwisata Bahari Cirebon
Perwakilan IsDB, Anisa Pratiwi, menegaskan dukungan ini mencerminkan hubungan erat Indonesia–IsDB yang telah terjalin selama 50 tahun.
"Lewat pembangunan ini, kami berharap terbangun ekosistem perikanan yang kuat dan terintegrasi, mulai dari pendaratan ikan, pengolahan, logistik, hingga akses pasar domestik maupun internasional. Dengan demikian kualitas produk perikanan Indonesia akan terus meningkat," jelasnya.
Modernisasi pelabuhan ini juga diharapkan mendongkrak citra pariwisata Cirebon, khususnya wisata bahari. Groundbreaking dilakukan langsung oleh Menteri Trenggono bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Walikota Cirebon Effendi Edo, Anggota Komisi IV DPR RI Endang Setyawati Thohari, serta perwakilan IsDB.