Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Gempa di NTT dari Bali, 204 Ton Sembako dan 2 RS Lapangan Sudah Disiagakan
DENPASAR — Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa agenda utama Presiden di NTT adalah memastikan koordinasi penanganan bencana antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, dan Polri berjalan efektif. Kunjungan ini juga menjadi simbol kehadiran negara di tengah masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri dari gempa bumi yang melanda sejumlah kabupaten di Pulau Flores.
“Kunjungan ini juga menjadi bagian dari upaya memastikan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait berjalan efektif dalam menangani gempa di Pulau Flores, NTT,” kata Prasetyo di Denpasar, Bali, Rabu pagi.
Bantuan Logistik Terus Mengalir ke Pulau Flores
Sejak hari pertama bencana, Presiden Prabowo telah menginstruksikan agar penyaluran bantuan dilakukan secara cepat, terarah, dan merata. Data yang dihimpun hingga 24 Agustus 2026 menunjukkan total bantuan yang telah dikirim mencapai 204,22 ton sembako, 27,71 ton makanan siap saji, serta 10,29 ton air mineral.
Selain kebutuhan pokok, pemerintah juga memprioritaskan layanan kesehatan bagi para korban. Dua unit rumah sakit (RS) lapangan milik TNI telah dikerahkan untuk memperkuat layanan medis di daerah terpencil.
Dua RS Lapangan dan Kapal Perang Dikerahkan untuk Pelayanan Medis
KRI Soeharso-990 milik TNI Angkatan Laut telah bersandar di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, dan difungsikan sebagai rumah sakit terapung. Sementara itu, RS Kapal Ksatria Airlangga telah berada di Teluk Nangalirang, Kabupaten Manggarai Timur, untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.
Di tingkat darat, dua rumah sakit lapangan tambahan juga telah dioperasionalkan. RSUD Ruteng di Kabupaten Manggarai difokuskan untuk pelayanan operatif, dengan 29 tindakan operasi telah dilakukan secara kumulatif. Adapun RSUD Aeramo di Kabupaten Nagekeo digunakan untuk mendukung pelayanan kesehatan darurat serta perawatan korban gempa.
Pemulihan Pascabencana Tidak Berhenti di Masa Tanggap Darurat
Prasetyo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengakhiri intervensi hanya pada masa tanggap darurat. Proses pemulihan akan dilanjutkan secara bertahap, mencakup rehabilitasi fasilitas umum yang rusak hingga rekonstruksi infrastruktur vital untuk membangun kembali kehidupan masyarakat secara lebih baik dan berkelanjutan.
“Pemerintah akan memastikan proses pemulihan dilanjutkan secara bertahap, tidak hanya melalui rehabilitasi fasilitas dan layanan yang terdampak, tetapi juga rekonstruksi untuk membangun kembali infrastruktur dan kehidupan masyarakat secara lebih baik dan berkelanjutan,” ujarnya.
Pemerintah berkomitmen memastikan masyarakat NTT yang terdampak tidak merasa berjalan sendiri dalam menghadapi bencana ini. Seluruh unsur, mulai dari TNI, Polri, hingga relawan, terus dikerahkan untuk mempercepat pemulihan di wilayah terdampak.