Prabowo Tegaskan Demutualisasi Bursa dan Sanksi Tegas Emiten, Startup Dapat Jalur Baru Menuju Pendanaan Publik
BALI — Presiden Prabowo Subianto menaruh harapan besar pada pasar modal sebagai mesin pembiayaan pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam pidato kenegaraannya, ia menegaskan bahwa bursa yang sehat bukan hanya soal likuiditas, melainkan juga keadilan bagi seluruh pelaku pasar. Sanksi tegas akan dijatuhkan kepada emiten yang melanggar aturan bursa.
"Mereka yang melanggar aturan bursa diberi sanksi. Kita juga akan lanjutkan reformasi pasar modal kita dengan demutualisasi pasar modal," ujar Prabowo di hadapan anggota MPR, DPR, dan DPD di Kompleks Parlemen, Jakarta.
Demutualisasi: Jalan Menuju Standar Global dan Bursa Komoditas
Kepala Negara menilai demutualisasi bukan sekadar perubahan struktur kelembagaan. Langkah ini menjadi fondasi untuk menaikkan peringkat bursa Indonesia di mata investor global. Kapitalisasi dan kedalaman pasar diperkirakan meningkat signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
"Demutualisasi akan membawa pasar modal Indonesia ke standar dunia dan menjadikan pasar modal Indonesia menjadi salah satu yang terbesar di dunia," tegasnya.
Lebih jauh, Prabowo mengaitkan reformasi ini dengan cita-cita besar di sektor komoditas. Pemerintah berencana membentuk bursa mineral dan komoditas strategis yang kredibel. Tujuannya sederhana: Indonesia tidak lagi menjadi penonton di negeri sendiri.
"Kita bukan hanya ingin menjadi penghasil komoditas dunia, kita harus ikut menentukan harga komoditas dunia. Kita ingin jadi Indonesia tempat komoditas diperdagangkan," imbuhnya.
Startup dan Pengusaha Kecil Menengah Jadi Prioritas Pendanaan
Di luar reformasi kelembagaan, pidato tersebut juga menyoroti perluasan akses modal bagi perusahaan rintisan. Prabowo secara eksplisit menyebut startup dan pengusaha lokal sebagai pihak yang akan diuntungkan dari pasar modal yang lebih adil dan transparan.
"Soal kesempatan perusahaan rintisan, startup, pengusaha-pengusaha kita bisa naik kelas, menambah ekuitas, menambah modal agar bisa memperbesar skala dan dampak usahanya," jelasnya.
Pernyataan ini menjadi sinyal positif bagi ekosistem venture capital dan perusahaan teknologi di Indonesia. Selama ini, startup tahap lanjut sering kesulitan mencari pendanaan jangka panjang tanpa harus melantai di bursa asing. Dengan bursa yang lebih efisien pasca-demutualisasi, proses penawaran umum perdana (IPO) diharapkan semakin menarik.
Apa Arti Kebijakan Ini Bagi Investor dan Pelaku Bisnis?
Bagi investor ritel, demutualisasi biasanya berujung pada peningkatan tata kelola bursa, transparansi data, dan efisiensi transaksi. Ini sejalan dengan upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam memperdalam pasar modal dalam negeri.
Adapun bagi pelaku bisnis, terutama startup, wacana ini membuka peluang alternatif pendanaan di tengah kondisi suku bunga global yang masih fluktuatif. Pasar modal domestik bisa menjadi penyangga likuiditas ketika pendanaan ventura global melambat.
Investasi mengandung risiko. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan, dan investor diharapkan mencermati fundamental emiten sebelum mengambil keputusan.